Selasa, 22 Maret 2022

Sosok Entrepeneur Dr.Tirta dan Ray Kroc

Dr.Tirta mempunyai nama lengkap Tirta Mandira Hudhi. Pria ini lahir dan besar di Kota Solo, Jawa Tengah, pada 30 Juli 1991.Dia mengenyam pendidikan S1 di Universitas Gajah Mada Fakultas Kedokteran pada 2009 dan lulus pada 2013.Dr.Tirta pernah menjadi dokter muda di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta selama dua tahun dan menjalani dinas di Puskesmas Turi dan Rumah Sakit UGM Yogyakarta.Selain menjadi seorang dokter,Dr.Tirta juga seorang pebisnis yang cukup sukses. Dia mempunyai usaha perawatan sepatu yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.Usaha perawatan sepatu itu bernama Shoes And Care yang dirintis sejak Dr.Tirta kuliah pada 2013.Hingga kini dia memegang beberapa cabang usaha yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dalam menjalankan usahanya, dia merekrut mantan napi dan anak putus sekolah untuk menjadi karyawannya.

Saya kagum kepada Dr.Tirta karena Dr.Tirta tipe tipe orang yang terbuka,suka membantu,perjuangannya hingga menjadi sesukses sekarang itu tidak mudah.

Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=4XOzgGgeSJk

Yang saya dapat dari vidio tersebut yaitu dr.tirta seseorang yg pantang menyerah,mempunyai pemikiran sesorang pebisnis,dan seorang yg dermawan.bisa menerima masukan dari karyawan nya sendiri.


Ray Kroc (5 Oktober 1902 – 14 Januari 1984) adalah seorang pengusaha yang mengakuisisi McDonald's pada tahun 1955, menjadikan McDonald's sebagai restoran cepat saji terbesar di dunia. Kroc adalah salah satu dari 100 pendiri dan raksasa industri paling berpengaruh di Time Magazine. Kroc juga merupakan pemilik tim bisbol San Diego Padres, yang didirikan pada tahun 1974.

Saya kagum kepada Roy Kroc karena beliau memiliki visi besar,aktif dalam bisnis,pencipta peluang,cinta apa yg dia lakukan,seorang yg pengambil resiko.

Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=MdKUxYDZeTQ

Yang saya dapat dari vidio tersebut yaitu beliau orang yg berani ambil resiko namun beliau pengusaha yang teduh dan gelisah, tetapi tanpa dia McDonald's tidak akan sebesar sekarang ini.

Rabu, 12 Januari 2022

COBIT 4.1 vs COBIT 5 vs COBIT 2019

 

Apa Itu COBIT?

COBIT adalah kerangka kerja untuk tata kelola dan manajemen informasi dan teknologi perusahaan, yang ditujukan untuk seluruh perusahaan. COBIT mendefinisikan komponen dan faktor desain untuk membangun dan mempertahankan sistem tata kelola yang paling sesuai dengan organisasi Anda.


Perbedaan COBIT 4.1 dan COBIT 5

  • Prinsip Baru dalam Tata Kelola TI

Perbedaan COBIT 5 dan COBIT 4.1 yang pertama, ada pada prinsip baru dalam tata kelola TI untuk organisasi, yaitu Governance of Enterprise IT (GEIT). Dalam COBIT 5 lebih berorientasi pada prinsip, dibanding pada proses. Alasan dari orientasi pada prinsip, karena penggunaan prinsip-prinsip itu sendiri lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam konteks enterprise dengan lebih efektif.

  • Penekanan pada Enabler

Selanjutnya, perbedaan COBIT 5 dan COBIT 4.1 yaitu diberinya penekanan lebih kepada Enabler. Memang, sebenarnya dalam COBIT 4.1 juga telah menyebutkan adanya enabler–enabler. Akan tetapi, dalam COBIT 4.1 tidak menyebutnya secara gamblang dengan enabler. Sementara perbedaan COBIT 5 dan COBIT 4.1, yaitu disebutkannya secara gamblang dan spesifik mengenai keberadaan 7 enabler dalam implementasinya. Di bawah ini terdapat tujuh enabler COBIT 5 dan perbandingannya dengan di dalam COBIT 4.1:

  1. Prinsip, Kebijakan, dan Kerangka Kerja

Di dalam COBIT 4.1, poin-poin ini tersebar ke dalam beberapa proses-proses COBIT 4.1.

  1. Proses-Proses

Proses sendiri, menjadi hal yang sentral di dalam COBIT 4.1.

  1. Struktur Organisasi

Beda dengan COBIT 5, di dalam COBIT 4.1 struktur organisasi tercermin dalam RACI chart yang mendefinisikan peran serta tanggung-jawab para pihak di dalam setiap proses.

  1. Kultur, Etika, dan Perilaku

Perihal kultur, etika, serta perilaku, poin ini hanya terselip di beberapa proses COBIT 4.1.

  1. Informasi

Di dalam COBIT 4.1 sendiri, informasi adalah salah satu sumber daya TI (IT resources).

  1. Layanan, Infrastruktur, dan Aplikasi

Kemudian, di dalam COBIT 4.1, infrastruktur dan aplikasi, keduanya disatukan dengan layanan, kemudian dijadikan salah satu sumber daya TI juga.

  1. Orang, Ketrampilan(Skill), dan Kompetensi

Dalam COBIT 4.1, hanya disebutkan “orang” sebagai salah satu sumber daya. Meskipun, pada dasarnya mencakup juga keterampilan serta kompetensinya.

  • Model Referensi Proses yang Baru

Kemudian perbedaan COBIT 5 dan COBIT 4.1 yang ke tiga, dalam COBIT 5 mendefinisikan model referensi proses yang baru, kemudian diberi tambahan domain governance serta beberapa proses, baik yang benar-benar baru atau yang dimodifikasi dari proses lama. Selain itu, mencakup juga aktivitas organisasi secara end-to-end.

Selain menggabungkan dan menyempurnakan COBIT 4.1, Val IT, dan Risk IT ke dalam sebuah framework, COBIT 5 juga sengaja di jadikan lebih mutakhir. Tujuannya untuk menyelaraskan dengan best practices yang ada, seperti misalnya ITIL v3 2011 maupun TOGAF.

  • Ada Proses-proses Baru di COBIT 5

Tidak sampai situ saja, perbedaan COBIT 5 dan COBIT 4.1 sebenarnya sudah disinggung sebelumnya, bahwa di dalam COBIT 5 terdapat proses-proses baru, yang sebelumnya belum pernah ada di COBIT 4.1. Selain itu, terdapat juga beberapa modifikasi di dalam proses-proses yang sudah ada pada COBIT 4.1.

  • Proses COBIT 5 Lebih Holistik

Dari beberapa hal tadi, sebenarnya secara sederhana dapat dikatakan, bahwa model referensi proses di dalam COBIT 5 ini sebenarnya mengintegrasikan konten dati COBIT 4.1, Risk IT dan Val IT. Maka tidak heran, apabila keseluruhan proses-proses pada CobiT 5 ini jadi lebih holistik, lengkap dan dapat mencakup aktivitas bisnis dan IT secara end-to-end.

Perbedaan COBIT 5 dan COBIT 2019

  • Prinsip-Prinsip

Sebagaimana kita ketahui bahwa COBIT 5 berbasis pada lima prinsip, yaitu:

  1. Memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan (stakeholder);
  2. Mencakup organisasi secara menyeluruh (end-to-end);
  3. Menerapkan satu framework tunggal yang terpadu;
  4. Memungkinkan pendekatan yang holistik;
  5. Memisahkan tata kelola dengan manajemen.

Pada COBIT 2019 prinsip ini diperbarui. Terdapat dua sistem klasifikasi besar dimana  prinsip COBIT 5 dikategorikan ke dalam governance system dengan dua prinsip tambahan baru. Klasifikasi baru, lainnya ialah kerangka kerja tata kelola. Ada pun prinsip-prinsipnya yakni:

  • Governance System
  1. Memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan (stakeholder);
  2. Mencakup organisasi secara menyeluruh (end-to-end);
  3. Menerapkan satu framework tunggal yang terpadu;
  4. Memungkinkan pendekatan yang holistik;
  5. Memisahkan tata kelola dengan manajemen;
  6. Penerapan sistem tata kelola yang dinamis;
  7. Dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
  • Governance Framework
  1. Berbasis model konseptual;
  2. Bersifat terbuka dan fleksibel;
  3. Selaras dengan standard-standard besar lainnya.

Prinsip-prinsip baru pada kerangka kerja COBIT 2019 menunujukkan bahwa COBIT tidak ingin menjadi kerangka kerja kaku dan statis yang “memaksa” organisasi untuk mengikutinya apa adanya. Semangat keterbukaan, fleksibilitas dan adaptabilitas jelas dinyatakan secara eksplisit dalam prinsip-prinsip di atas. Selain itu prinsip keselarasan dengan standard-standard lain menunjukkan semangat untuk mempertahankan agar COBIT tetap dapat dijadikan sebagai payung besar yang menaungi penerapan berbagai standard teknis lain yang lebih spesifik.

  • Sistem dan Komponen Tata Kelola

Pada COBIT 5 kita mengenal ada 7 enabler yang perlu diperhatikan agar dapat mencapai obyektif tata kelola yaitu penciptaan nilai (value creation) dari TI. Pada COBIT 2019 ini, ketujuh enabler tersebut disebut sebagai komponen tata kelola, yaitu:

  1. Proses;
  2. Struktur Organisasi;
  3. Prinsip-prinsip, kebijakan dan kerangka kerja;
  4. Informasi;
  5. Kultur, etik, dan kebiasaan;
  6. SDM, keterampilan dan kompetensi;
  7. Layanan, infrastruktur dan aplikasi.

Jumat, 05 November 2021

Peralatan Pelabuhan

 

Peralatan Pelabuhan

Peralatan pelabuhan adalah segala yang dibutuhkan dalam kegiatan manajemen pelabuhan dan operasional pelabuhan. Seperti Jasa Kapal, Barang,Fasilitas fasilitas bunker,pelabuhan,Instalasi (Air, Listrik, Telekomunikasi) dan sebagainya. Dalam pembahasan peralatan pelabuhan dikategorikan menjadi 3 jenis :

·         Peralatan pelabuhan untuk melayani kapal yang berlabuh atau bersandar dan sebaliknya. Ketika sebuah kapal telah memasuki area pelabuhan. Maka, pihak pelabuhan melakukan pelayanan kepada kapal yang akan berlabuh atau bersandar. Kemudian, pelabuhan akan memberikan pelayanan jasa pandu masuk yang berfungsi sebagai kapal kecil yang membantu kapal masuk ke dermaga pelabuhan.lalu,adanya jasa yang akan menambatkan tali kapal pada pancang dipinggir dermaga. Kegiatan pelayanan pelabuhan dalam operasional kapal berlabuh sebagai upaya untuk menjaga keselamatan kapal,penumpang dan muatannya.

·         Peralatan Pelabuhan untuk melayani kegiatan bongkar muat barang dari atau ke kapal dilapangan atau penumpukan dan masuk atau keluar area pelabuhan. Kegiatan pelabuhan melayani bongkar muat barang pada pelabuhan diawali dengan tinjauan dari jenis barang apa yang dibawa oleh kapal tersebut agar di sesuaikan proses bongkar muat dipelabuhan. Barang bongkar muat tersebut terbagi menjadi 3 jenis barang yaitu :•Barang Petikemas•General Cargo.

·         Instalasi penunjang untuk kapal, barang, dan penumpang seperti pengolahan limbah, listrik dan air. Instalasi penunjang Pelabuhan merupakan instalasi menunjang kegiatan pelayanan Pelabuhan berlangsung. Kegiatan instalasi listrik dalam pelabuhan di Indonesia disuplai oleh PT.PLN (Persero) yang di distribusikan kepada pengguna pelayanan pelabuhan dan instalasi lainnya.

Jumat, 15 Oktober 2021

Permasalahan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Perusahaan

 Perkembangan teknologi informasimemberikan dampak yang sangat besar terhadap sistem informasi akuntansi dalam suatu organisasi bisnis.Dampak yang nyata dirasakan pada pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistem manual digantikan oleh komputer(SrimindartidanPuspitasari, 2012).

Perkembangan tersebut juga merambah pada bidang informasi dan berbagai aspek kegiatan organisasi,tanpa terkecuali organisasi yang bergerak dalam bidang jasa yaitu rumah sakit. Perkembangan yang terjadi pada bidang informasi akuntansi menyebabkan berkembangnya kebutuhan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan dibutuhkan proses serta kinerjayang berkualitas dalam menghasilkan informasi(Rivaningrum dan Mahmud, 2015).

Persaingan antar instansi kesehatan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk tetap dapat unggul secara kompetitif dan menjawab setiap tantangan dari masyarakat.Selain itu, saat ini banyak instansi kesehatan yang mengalami kendala dalam pelaksanaan sistem informasi akuntansi yaitu terletak saat proses menghasilkan informasi tersebut. Pada proses menghasilkan informasi akuntansi sehari-hari dilaksanakan menurut sistem yang diterapkan pada instansi masing-masing dan pelaksanaannya tidak terlepas dari permasalahan (Rivaningrum dan Mahmud, 2015).

Instansi kesehatan seperti rumah sakit juga sangat memerlukan penggunaan sistem informasi akuntansi dalam kegiatan operasionalnya. Sekalipun kegiatan utamanya adalah melayani masyarakat dalam bidang kesehatan, akan tetapi bidang keuangan atau akuntansi juga merupakan bagian penting dalam mengelola rumah sakit. Rumah sakit memiliki karyawan yang harus diberi gaji setiap bulannya.Selain itu pasien juga wajib untuk mengurus masalah administrasi dan keuangan untuk dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dari pihak rumah sakit. Maka dari itu bagian keuangan dan akuntansi dalam rumah sakit memiliki peranan penting dalam aktivitas pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah pemakaian sistem informasi akuntansi yang baik yang dapat digunakan untuk mencapai keunggulan secara kompetitif(Aditya2014).

Sistem informasi akuntansi dirancang untuk mengatur arus dan pengelolaan data akuntansi dalam perusahaan,sehingga data keuangan yang ada dalam perusahaan dapat bermanfaat dan dijadikan dasar pengambilan keputusan,baik bagi pihak manajemen maupun pihak lain di luar perusahaan.Sistem infomasi akuntansi penting bagi organisasi ataupun perusahaan untuk meningkatkan efisiensi organisasi dan mendukung daya saing perusahaan melalui penyediaan informasi keuangan dan akuntansi bagi manajemen (Fahmiswari dan Dharmadiaksa,2013).

Namun dalam kenyataannya, masih ada permasalahan yang muncul dalam penggunaan sistem informasi akuntansi. seperti yang terjadi pada rumah sakit yang ada di Kabupaten Ponorogo yang telah menerapkan sistem informasi akuntansi pada kegiatan operasionalnya.Permasalahan yang sering terjadi adalah karena pada karyawan bagian keuangan dan akuntansi dituntut untuk dapat menggunakan komputer dan mengoperasikan sistem yang ada di dalamnya untuk menunjang pekerjaannya. Tidak sedikit karyawan yang merasa bingung untuk mengoperasikan komputer dalam bekerja.Fenomena tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah karena kurangnya pengetahuan bagaimana mengoperasikan Sistem Informasi Akuntansi yang baik dan benar.

Karyawan yang tidak cukup mengerti dengan prosedur atau cara kerja sistem informasi akuntansi suatu organisasi akan merasa bahwa sistem tersebut rumit atau susah untuk dijalankan.Kinerja sistem informasi akuntansi dapat diukur menggunakan variabel kepuasan pengguna SIA dan variabel penggunaan SIA. Dikarenakan salah satu tolak ukur kinerja sistem informasi akuntansi adalah kepuasan pengguna, maka sistem informasi akuntansi yang diterapkan harus berorientasi kepada pengguna sistem tersebut(Komara, 2005). Artinya, secanggih apapun sistem informasi yang diterapkan, jika dalam perencanaan sistemnya tidak memperhatikan faktor manusia sebagai penggunanya, maka dapat dipastikan akan terjadi banyak hambatan yang menyebabkan kegagalan sistem (Fani, Darmawan dan Purnamawati, 2015).

Berhasil atau tidaknya sebuah sistem tergantung pada seberapa baik penggunanya mampu menerapkan aplikasi tersebut.Partisipasi pengguna untuk mencapai keberhasilan sistem diharapkan akan meningkatkan komitmen dan keterlibatan pemakai dalam pengembangan sistem, sehingga pengguna memiliki kemauan menggunakan dan dapat menggunakan sistem informasi yang dikembangkan dengan baik(Rahadian,2014).

Seorang pengguna sistem informasi akuntansi(karyawan) harus memiliki kemampuan individual yang memadai untuk dapat mengoperasikan sistem yang diterapkan dengan baik.Kemampuan individual atau kemampuan teknik personal yang baik akan memacu pengguna untuk memakai sistem informasi akuntansi sehingga kinerja sistem informasi akuntansi menjadi lebih tinggi.Yang dimaksud pengguna sistem dalam penelitian ini adalah karyawan bagian akuntansi dan keuangan rumah sakit yang ada di Kabupaten Ponorogo (Rahadian, 2014).

Selain kemampuan teknik yang harus dimiliki oleh karyawan pengguna Sistem Informasi Akuntansi. Motivasi kerja dan komitmen organisasi juga harus dimiliki oleh seorang karyawan pengguna Sistem Informasi Akuntansi. Karena seorang karyawan yang bekerja dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:faktor personal atau individual yang meliputi pengetahuan,keterampilan (skill), kemampuan, kepercayaan diri, motivasi dan komitmen yang dimiliki oleh setiap individu. Dan faktor lain seperti sistem, situasi,kepemimpinan, atau tim(Mahmudi, 2010).

Penelitianini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Komara (2005) yaitu analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansipada perusahaan manufaktur, yang terdiri dari faktor keterlibatan pengguna dalam pengembangan sistem informasi, kapabilitas personal sistem informasi,ukuran organisasi, dukungan top management, dan formalisasi sistem. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa keterlibatan pengguna sistem dan faktor lainnya memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Hasil tersebut selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri, Dianadan Dharmadiaksa (2015), yang menunjukkan bahwa kemampuan pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sistem infomasi akuntansi,Kemampuan pengguna Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif pada kinerja sistem informasi Akuntansi(Prabowo, 2013). Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Sudibyo dan Kuswanto (2012).Namun menurut Almilia dan Briliantien (2007) dan Rahadian (2014), menyatakan bahwa keterlibatan pengguna dan kemampuan teknik personal sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Alasan pengambilan objek penelitian pada rumah sakit adalah karena penelitian dengan objek rumah sakit masih jarang diteliti, ini dapat dilihat pada penelitian-penelitian terdahulu yang mayoritas mengambil objek di bank, perusahaan dan pemerintahan.Berdasarkan penjelasan di atas,penulis menguji faktor keterlibatan pengguna dalam kinerja sistem informasi akuntansi menggunakan variabel kemampuan individual atau kemampuan teknik personal dan dua variabel yang berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu motivasi kerja dan komitmen organisasi karyawan.

Senin, 04 Oktober 2021

Perkembangan Pelabuhan di Indonesia

Pelabuhan di Indonesia belum dibangun secara maksimal. Dengan kurangnya tenaga kerja dan akses yang terbatas, semakin besar potensi pengeluaran dan kurangnya pengetahuan operasi. Kami menawarkan layanan manajemen pelabuhan untuk membantu para klien mempersingkat waktu yang tertinggal di rantai pasokan dan menurunkan risiko operasional.

Layanan Port Management CKB Logistics menyediakan manajemen teknis dan operasional untuk mengelola, penyimpanan, bongkar muat baik di atas kapal atau di sisi dermaga. Kami dapat membantu operasi pelabuhan dalam bulk dan unitized kargo, kontainer, barang dengan penanganan khusus, trailer dan kendaraan, dan lainnya. 

Untuk melakukan kegiatan operasional ini, kami memiliki varian peralatan mekanik modern seperti crane, lift trucks, loaders, reach-stackers/container stackers, penarik kapal dan forklift yang siap dioperasikan oleh personil khusus dan hanya dipekerjakan untuk melakukan operasi manajemen pelabuhan. Di pelabuhan yang lebih besar, CKB Logistics telah menyediakan area terminal khusus untuk ruang penyimpanan dan penanganan barang. Jarak gudang – gudang tersebut cenderung dekat dengan pelabuhan untuk membantu meminimalkan biaya transportasi. 

Pengelolaan pelabuhan mengalami perkembangan sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi. Paling tidak, ada tujuh trend perkembangan yang akan memengaruhi pengelolaan pelabuhan di masa mendatang.

 1.Globalisasi akan Terus Berlanjut

Hingga sepuluh tahun mendatang, globalisasi akan terus berjalan, sehingga aktivitas perekonomian antar negara semakin meningkat. Nilai perdagangan dunia akan semakin meningkat seiring spesialisasi peran yang terjadi, dengan negara-negara seperti Chinadan India akan berperan sebagai pusat pabrikasi produk-produk yang dikonsumsi negaramaju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Peranan Amerika Serikat sebagai motorperdagangan dunia diperkirakan masih terus mendominasi. Perdagangan dunia akan semakin bebas, hambatan akan semakin berkurang dan biaya transportasi akan semakin murah. Ditambah dengan proses produksi yang akan banyak direlokasi ketempat-tempat berbiaya murah di negara berkembang. Semua trend ini akan memacu pertumbuhan arus pergerakan barang dunia.Ekspansi kegiatan ekonomi dunia ke depan akan terpusat di Asia (khususnya China). Hal ini akan membuat perubahan mendasarpergerakan produksi dan perdagangan dunia. Industri yang bergerakdi bidang kontainerakan diuntungkan dengan perkembangan ini, demikian pula sektor distribusi. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi pelabuhanyang mampu meningkatkan kapasitasnya dalam menangani arus produksi dan perdagangan. Namun, juga membawa tantangan dalam pengembangan ruang pelabuhan, jalur koneksi ke darat (hinterland), kualitas lingkungan hingga tingkat keamanan.

2.Konsolidasi Industri akan Semakin Pesat dan Meningkatkan Persaingan

Dalam perkembangan ke depan, seluruh pemain yang terkait di sektor pelabuhan dan perkapalan akan semakin terkonsentrasi melalui aktivitas merger dan akuisisi.Konsekuensi dari kondisi ini akan meningkatkan kompetisi di antara pelabuhan.Merger, khususnya lintas negara, akan semakin mengurangi keterikatan perusahaan pengelola pelabuhan dengan suatu negara tertentu dan hal ini dapat membuat mereka dapat menangani secara kritis tingkat price-quality ratio, kualitas layanan dan iklim ekonomi di suatu lokasi secara obyektif.

3.Skala Kapal dan Arus Lalu-Lintas Pelayaran akan Meningkat Pesat

Trend saat ini menunjukkan semakin meningkatnya skala (ukuran/dimensi) kapal danarus lalu lintas pelayaran. Hal ini membuat tingkat aksesibilitas suatu pelabuhanmenjadi hal yang sangat penting. Akses kelautan yang mudah (nautical access),tingkat kedalaman perairan, dan kualitas sistem kendali pelayaran (Vessel TrafficGuidance System) akan menjadi sebuah keharusan bagi suatu pelabuhan untuk dapat sukses pada era ini.

4. Meningkatnya Regulasi Internasional

Pada masa depan trend menunjukkan bahwa berbagai aturan dan regulasi akansemakin ditentukan oleh organisasi internasional seperti International Maritime Organization (IMO). Akibatnya, pengaruh pemerintah nasional suatu negara terhadap regulasi di pelabuhan akan semakin berkurang.

5. Meningkatnya Tuntutan Keamanan

Keamanan pelabuhan akan terus mengalami tekanan untuk ditingkatkan seiring desakan internasional akan kemungkinan terjadinya terorisme dan penyebaran wabah penyakit. Keamanan pelabuhan akanmenjadi faktor utama dalam penentuan lokasi bisnis dalam kegiatan investasimultinasional. Kemampuan dalam penyediaan keamanan perairan, transportasi dan lingkungan yang kondusif bagi berjalannya bisnis akan memberikan kesempatan pelabuhan untuk dapat berkembang.

6.Semakin Terbatasnya Lahan dan Meningkatnya Isu Lingkungan Hidup

Meningkatnya arus perdagangan dunia akan meningkatkan permintaan akan lokasi industri. Pertumbuhan lalu lintas pelayaran beserta infrastruktur pendukungnya juga akan meningkatkan permintaan akan lahan. Terlebih lagi, aturan pemeliharaan lingkungan hidup juga akan semakin ketat. Semua ini akan membatasi peluang pelabuhan dalam mengembangkan kapasitasnya.

7.Kualitas Ekonomi & Tenaga Kerja Regional

Daya saing suatu pelabuhan ditentukan oleh perkembangan ekonomi regional dilokasi tersebut. Semakin tinggi perkembangan ekonomi maka akan semakin pesat pula perkembangan kegiatan perdagangan dan meningkatkan aktivitas pelabuhan.Faktor tenaga kerja juga akan menentukan tingginya daya saing pelabuhan. Biaya tenaga kerja, hubungan industrial, ketersediaan tenaga kerja terlatih dan fasilitas pelatihan akan menjadi faktor penentu utama suatu bisnis dalam menentukan lokasi usahanya.

Kamis, 01 April 2021

Studi Kasus Rolls Royce ERP Implementation.

 Rolls Royce (RR) adalah perusahaan global dengan beberapa divisi di lebih dari 14 negara. Ini beroperasi di empat pasar global: dirgantara sipil, dirgantara pertahanan, kelautan, dan energi Pada tahun 1996, Rolls Royce mengalihkan 90 persen dari fungsi IT-nya ke kontraktor yang dipanggil Electronic Data Services (EDS), artinya EDS bertanggung jawab untuk mengawasi struktur TI yang ada serta memberikan solusi TI yang memadai untuk kemakmuran masa depan perusahaan. Kebutuhan akan sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) telah dicatat akhir-akhir ini 1990-an di RR untuk menangani volume data yang diproduksi dan diproses dari yang baru akuisisi dan pertumbuhan keseluruhan yang dialami oleh perusahaan. Pada 2001, RR memutuskan itu SAP / R3, platform ERP yang terdiri dari 12 modul fungsional, akan diimplementasikan di divisi kedirgantaraannya. Ada banyak tantangan yang harus diatasi oleh RR agar implementasi berhasil terjadi.

Untuk mengatasi tantangan yang dihadirkan, RR harus memiliki tim IT yang hebat dengan strategi implementasi yang layak. Proyek ERP terdiri dari tim manajemen spesialis dari EDS yang kemudian mempekerjakan konsultan SAP untuk menyediakan teknis khusus membantu penerapannya. Di dalam tim proyek ada ahli materi pelajaran (UKM) dan staf yang memiliki pengetahuan penting tentang hubungan bisnis lintas fungsi dan pengalaman sistem warisan lama. Tantangan tim budaya adalah mengatasi masalah yang bersumber dari apakah SAP (1) akan diterima oleh pengguna di seluruh perusahaan dan (2) akan diterima atau tidak menyediakan fungsionalitas yang serupa dengan sistem lawas sebelumnya. Tim budaya memutuskan untuk mengilustrasikan manfaat bagi perusahaan secara keseluruhan untuk mengatasi kekhawatiran. Tim bisnis harus mengatasi masalah yang bersumber dari fakta itu SAP membutuhkan struktur proses bisnis yang kaku yang membutuhkan implementasi vanilla. Tim teknis harus mengatasi masalah terutama untuk menghindari kemungkinan data tidak akurat. Peluncuran sistem adalah tantangan teknis lainnya. ERP dirancang dalam tiga fase, di mana tahap ketiga sebenarnya adalah “implementasi”. Pelaksanaan dilakukan dalam dua gelombang. Dan sumber daya manusia yang tidak dikonversi sampai gelombang pertama benar-benar berhasil.

Tim implementasi di RR, termasuk personel EDS dan konsultan SAP, mengidentifikasi masalah yang terkait dengan penerapan SAP sebagai ERP untuk perusahaan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi masalah yang akan menghambat dan mungkin menyebabkan implementasi gagal. Oleh karena itu, upaya implementasi yang baik dilakukan bisa jadi. Kasus ini tentunya menjadi bukti positif bahwa memiliki ERP yang solid dan berwawasan luas tim pelaksana yang dapat mengantisipasi masalah selama implementasi, sambil meletakkan memajukan strategi yang solid, adalah kunci sukses.

Apa pendapat Anda tentang proyek implementasi ERP RR? Apakah mereka memilih strategi implementasi yang tepat?

Jawab :

Kalau menurut saya, mereka sudah memiliki strategi yang tepat, karena di Proyek ERP terdiri dari tim manajemen spesialis dari EDS yang kemudian mempekerjakan konsultan SAP untuk menyediakan teknis khususmembantu penerapannya. Di dalam tim proyek ada ahli materi pelajaran (UKM) dan staf yang memiliki pengetahuan penting tentang hubungan bisnis lintas fungsi dan pengalaman sistem warisan lama. Sehubungan dengan tim ini ada operasional unit bisnis (OBU), masing-masing dengan tim manajemen perubahan ERP sendiri, yaitu bertanggung jawab untuk melaksanakan perubahan dan pelatihan kerja.11 Tim ERP di RR dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: budaya, bisnis, dan teknis.

Diskusikan faktor penentu keberhasilan dari strategi implementasi RR dan peran UKM dalam proyek tersebut.

Jawab :

 ERP yang solid dan berwawasan luas tim pelaksana yang dapat mengantisipasi masalah selama implementasi, sambil meletakkan memajukan strategi yang solid, adalah kunci sukses.

Saran apa yang dapat Anda berikan kepada tim teknis RR tentang pendekatan mereka dalam memigrasi sistem lama dengan perangkat lunak SAP?

Jawab :

Saran saya terhadap tim teknis RR tentang pendekatan mereka dalam sistem lama adalah dengan menyeleksi dan menyimpan data juga mengantasipasi jika ada penggandaan data. Dimana jika terjadi penggandaan data maka tim teknis akan kesulitan untuk menganganinya seperti semula.

Jumat, 26 Maret 2021

Tugas 2 pertanyaan tentang ERP

 

  •  Apa perbedaan dari Area Fungsional dan Proses Bisnis?

Area fungsional perusahaan adalah bisnis yang memiliki fungsi khusus agar perusahaan dapat berfungsi secara efisien. Seperti bagian Direksi adalah kunci dari setiap perusahaan, yang membuat keputusan, menetapkan tujuan, dan mengarahkan seluruh organisasi dan bertanggung jawab untuk mengendalikan semua area fungsional.

Proses bisnis adalah sekumpulan perkerjaan atau kativitas yang terstruktur dan saling berkaitan untuk menyelesaikan suatu masalah atau untuk menghasilkan produk/layanan. Tahap-tahap dalam proses bisnis adalah perancangan, konfigurasi, pelaksanaan dan evaluasi.

 ·         Menurut Anda apakah ERP itu di butuhkan?

 

sistem ERP sangat dibutuhkan didalam bisnis karena persentase keberhasilan perusahaan dalam efisensi akan meningkat. sistem ERP memberikan kemudahan dalam pekerjaan sehingga akan berefek kepada kecepatan proses serta meningkatnya keuntungan perusahaan. Bukan hanya akan meningkatkan produktivitas pekerja, perusahaan akan dapat mengurangi anggaran operasional serta overhead.

 ·         Bagaimana implementasinya?

 

Kunci untuk implementasi yang sukse adalah dengan menggunakan metodologi yang telah terbukti, ambil satu langkah pada satu waktu, dan mulai dengan perencanaan dan pemahaman siklus hidup ERP. Tetapi implementasi system ERP sangat beresiko, dan menggunakan rencana proyek yang terdefinisi dengan metodologi terbukti akan membantu dalam mengelola risiko tersebut. Harus ada kebutuhan kuat yang dikomunikasikan dengan baik untuk membuat perubahan dari system informasi/aplikasi yang ada ke system ERP.

 

 ·       Siapa yang bertanggung jawab?

 

Hal ini dikarenakan sebelum penerapan sistem ERP, bagian IT inilah yang bertanggung jawab untuk membuat aplikasi-aplikasi sesuai dengan kebutuhan user disemua departemen.Beberapa karyawan di luar departemen IT juga merasa terancam dengan berkurangnya kekuasaan karena sebagian pekerjaan akan dilakukan oleh software ERP.

Kamis, 18 Maret 2021

 Proses Bisnis Kedai Coffe Shop

  1. 1.) Matangkan rencana Anda

    Sebelum memulai bisnis coffee shop, Anda harus meyakinkan diri sendiri, benarkah bisnis ini yang Anda inginkan? Mampukah Anda menjalankan bisnis ini? Jangan lantas karena coffee shop menjadi bisnis yang sedang menjamur, maka Anda ikut-ikutan mendirikan bisnis tersebut. Ingat, sebuah bisnis yang mengikuti tren umurnya tidak akan panjang karena tren terus berubah.

    Setelah Anda yakin bahwa bisnis coffee shop merupakan peluang usaha yang tepat, Anda bisa memulai untuk merumuskan rencana bisnis coffee shop Anda. Untuk ini Anda perlu mempelajari seluk beluk mengenai bisnis coffee shop, bagaimana bentuk kedai yang Anda inginkan, siapa target pasarnya, seperti apa kira-kira saingan bisnis Anda nantinya, bahkan mempelajari bagaimana menyelesaikan masalah yang mungkin muncul nantinya.  

  2. 2.) Tentukan konsep yang tepat

    Dalam usaha coffee shop, tidak hanya rasa kopi yang dijual, tetapi juga suasana dan konsep, terutama jika Anda memiliki target pasar anak-anak muda. Tanpa adanya konsep yang jelas, akan sulit menjual bisnis Anda kepada pasar. Anda bisa memulainya dengan mempelajari target pasar Anda, apa yang sedang mereka minati, dan kira-kira apa yang mereka senangi.

    Konsep yang matang juga akan membantu Anda untuk mendesain bentuk dan interior coffee shop Anda nantinya. Jika Anda memiliki desain yang jelas, maka Anda dapat menghemat waktu dan bujet Anda.

  3. 3.) Manfaatkan software POS dan akuntansi

    Saat Anda ingin mendirikan bisnis apapun, Anda perlu menyusun keuangan bisnis Anda dengan teratur. Tak peduli bisnis Anda masih seumur jagung, Anda butuh seseorang yang ahli dalam keuangan. Tujuannya tak lain adalah untuk menghindarkan bisnis Anda dari beragam resiko yang bisa muncul di masa depan. Begitu pula saat Anda mendirikan bisnis coffee shop.

    Namun, tak dapat dipungkiri bahwa merekrut akuntan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Nah, sebagai gantinya, Anda bisa memanfaatkan software akuntansi yang telah terintegrasi dengan sistem point of sales (POS) seperti Sleekr Accounting. Dengan begini, setiap transaksi yang terjadi menggunakan POS di coffee shop bisa langsung tercatat dan direkap pada software akuntansi. Hal ini pasti akan memudahkan Anda dalam menyusun berbagai data keuangan seperti arus kas dan neraca. Bahkan sistem POS juga dapat terhubung dengan data inventori bisnis.

  4. 4.) Perluas koneksi

    Saat merancang konsep coffee shop Anda, pasti telah terbayang di benak Anda siapa saja kiranya yang akan datang ke sana. Namun, apakah terpikir juga di benak Anda bagaimana caranya supaya orang-orang yang menjadi sasaran Anda benar-benar datang ke coffee shop Anda. Itulah kenapa diperlukan jaringan koneksi yang luas.

    Untuk memperoleh koneksi yang luas, Anda bisa memulai dari kerabat atau rekan Anda. Namun, jika ingin memiliki koneksi yang lebih “terkonsep” Anda bisa bergabung dengan asosiasi bisnis lokal atau komunitas yang sering memanfaatkan coffee shop. Ini juga dapat membantu pemasaran Anda nantinya.

  5. 5.) Perhatikan menu dan kualitas minuman

    Bisnis coffee shop tanpa adanya menu yang menarik tentu akan menjadi hambar karena bagaimana pun yang Anda jual adalah kopi. Oleh sebab itu, pastikan menu makanan dan minuman yang Anda sajikan memiliki kualitas baik. Sebagai permulaan, Anda bisa memperhatikan menu yang dijual para kompetitor atau melakukan riset ke target audiens. Jika sudah menentukan menu, giatlah mencari bahan-bahan terbaik agar hasil minuman nanti bisa baik pula.

    Dengan menentukan menu, Anda juga dapat menentukan peralatan apa yang Anda butuhkan nantinya serta bagaimana tata ruang coffee shop Anda. Selain itu, menyusun menu juga membantu Anda untuk menemukan vendor dan supplier yang tepat.

  6. 6.) Tentukan konsep pemasaran

    Di sinilah menu yang menarik dapat membantu Anda melangsungkan pemasaran sehingga pengunjung tertarik datang. Namun, selain menu, masih ada berbagai cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mempromosikan bisnis coffee shop. Salah satunya melalui interior yang memanjakan mata dan Instagram-worthy. Pastikan perabotan dan warna dinding terlihat serasi sehingga menciptakan ambience yang nyaman. Lalu, Anda bisa memotret berbagai sisi interior coffee shop dan mengunggahnya ke akun Instagram. Sesekali, jangan lupa juga foto beberapa menu andalan Anda.

    Untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, adakan kontes atau program reward yang menarik. Misalnya, minta pelanggan Anda untuk follow akun Instagram coffee shop. Sebagai reward, mereka bisa mendapatkan kopi gratis atau diskon khusus. Selain itu, Anda juga dapat bekerja sama dengan beberapa komunitas di tempat tinggal Anda. Tunjukkan bahwa coffee shop Anda sangat terbuka jika mereka mau mengadakan acara komunitas. Dengan begini, bisnis coffee shop Anda pasti akan ramai.

Functional Area

Marketing and sales

Supply Chains Management

Accounting and finance

HR

 

 

 

 

 

 

 

Business Functions

Membuat resep makanan dan minuman

membeli peralatan dapur seperti minyak dan bumbu masakan

Membuat catatan uang belanja

Membuat peraturan

 

Membuat daftar menu

Membeli bahan dasar makanan dan minuman

Mencatat penjualan harian Coffe Shop

Merekrut dan membuka lowongan pekerjaan

 

 

Menentukan pemasukan dan pengeluaran

Membeli wadah makanan dan minuman seperti cup,sedotan,kotak makanan

Membuat catatan inventaris dan stok barang

Pelatihan karyawan

Menentukan harga jual

·         Membeli mesin penggiling kopi (Coffe Grinder)

 

Membuat anggaran pembukuan arus kas

Melihat kinerja karyawan

Promosi dan marketing

Menyediakan aplikasi kasir (Point of Sale)

Membuat pembukuan laba rugi

Memberikan gaji

Sistem Informasi Terintegrasi

Membuat website sebagai media promosi

Memanfaatkan aplikasi Whatsapp untuk berhubungan dengan supplier

Memakai aplikasi Ms.Excel untuk mencacat rencana anggaran

Memakai aplikasi Zoom untuk tes wawancara kepada calon karyawan di masa pandemic


Rabu, 11 November 2020

Resume tentang pentingnya belajar sistem informasi, penggunaan, manfaat dan dampak sistem informasi terhadap 3 bidang, yaitu: •Maritim •Transportasi •Logistik

Resume tentang pentingnya belajar sistem informasi, penggunaan, manfaat dan dampak sistem informasi terhadap 3 bidang, yaitu: •Maritim •Transportasi •Logistik 

  Pengertian maritim lebih dikaitkan dengan kelautan serta pelayaran dan perdagangan yang dilaksanakan di wilayah laut; sedangkan kemaritiman merupakan hal yang menyangkut masalah maritim khususnya terkait dengan sifat-sifat dari kepulauan di seluruh wilayah Indonesia (https://kbbi.web.id/maritim). Sementara itu, negara maritim adalah negara yang berbatasan dengan laut yang sangat luas dan sebagian besar kegiatannya meliputi perdagangan dan transportasi, perang (untuk menentukan batas teritorial), atau untuk aktivitas maritim (kegiatan yang menggunakan laut untuk menyampaikan atau menghasilkan hasil akhir) (Merriam-webster, 2017). Pada penelitian ini dilakukan empat tahap penelitian, yaitu (1) mengetahui jumlah artikel yang sesuai dengan kata kunci Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui ISJD; (2) recall berdasarkan rincian tiap judul dari masing-masing kata kunci (persentase data tertelusur dari keseluruhan data terkait bidang maritim dalam database); (3) presisi hasil recall judul dengan kata kunci (persentase ketepatan judul tertelusur dari kata kunci bidang maritim dalam database); (4) presisi hasil recall di setiap elemen metadata melalui data bibliografi dan fullteks/abstrak (persentase ketepatan artikel yang terinput dalam setiap elemen metadata). Hasil penelusuran di ISJD menggunakan 25 kata kunci bidang Maritim diperoleh sejumlah 609 judul artikel. Artikel yang terbanyak adalah yang berasal dari kata kunci Marine transportation, yaitu sejumlah 96 artikel; kemudian Maritime law sebanyak 83 artikel, dan Marine pollution 69 artikel, serta Shipping sejumlah 63 artikel. Hasil temuan diatas menunjukkan bahwa topik penelitian yang paling banyak dilakukan selama periode tujuh tahun (2009-2016) yaitu tentang Maritime transportation dan Maritime law. Hal ini sesuai dengan kenyataan di lapangan bahwa pelanggaran teritorial di perairan Indonesia dan pencurian ikan banyak dilakukan oleh negara-negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia, Australia, China, Thailand, dsb. Sedangkan frekuensi yang terkecil adalah Marine Alga as Food (satu artikel), Marine Park and Reserves (dua artikel), dan Marine Biodiversity (tiga artikel).




Hasil di atas menunjukkan bahwa ada dua istilah yang berbeda (kata kunci) namun memiliki pengertian yang sama dan tetap dibahas dalam penelitian ini. Misalnya Maritime law dengan Marine law dan Marine biological diversity dengan Marine biodiversity Manfaat : Pemanfaatan sumberdaya ikan di laut semakin intensif dan daya jangkauan operasi penangkapan ikan oleh para nelayan semakin luas dan jauh dari daerah asal nelayan tersebut. Konflik sering terjadi karena tidak jelasnya wilayah pemanfaatan yaitu dapat melibatkan nelayan dalam satu daerah yang sama ataupun antara daerah yang satu dengan dengan daerah lainnya. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam menghindari terjadinya konflik pemanfaatan adalah dengan mengendalikan perkembangan kegiatan penangkapan ikan melalui penerapan zonasi jalur penangkapan ikan di laut, berdasarkan Kepmentan No. 392 tahun 1999 tentang jalur-jalur penangkapan ikan (Alisyahbana dan Iksal, 2012). Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan harus memperhatikan daya dukung dan kemampuan asimilasi wilayah laut, pesisir. Kesinambungan ketersediaansumberdaya merupakan kunci dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdayakelautan dan perikanan. Sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi penting karena: (a) kapasitas suplai sangat besar, sementara permintaan terus meningkat; (b) pada umumnya output dapat diekspor, sedangkan input berasal darisumber daya lokal; © dapat membangkitkan industri hulu dan hilir yang besar,sehingga menyerap tenaga kerja cukup banyak; (d) umumnya berlangsung di daerah;dan (e) industri perikanan, bioteknologi dan pariwisata bahari bersifat dapat diperbarui(renewable resources), sehingga mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (Manik, 2009). Teknologi penginderaan jauh, baik system optis maupun non optis merupakan perpaduan teknologi yang sangat canggih (Hi- tech). Dimulai dari teknologi untuk mendapatkan data dan peta dalam rangka eksplorasi sumberdaya kelautan dan pesisir menggunakan satelit dan Echo-sounder, kemudian sistem basis data dan pengolahan citra satelit tersebut, dan di akhiri dengan analisis dan interpretasi citra. Kesemua proses tersebut diatas yang melibatkan kecanggihan teknologi tentunya tidak akan berarti jika sumberdaya manusia yang terlibat didalamnya kurang kompeten. Oleh karena itu kemampuan sumberdaya manusia dalam mengolah dan menginterpretasi data dan citra merupakan salah satu faktor yang sangat berperan dalam menentukan keberhasilan (Human touch). Tenaga ahli yang dimiliki oleh Lab. Inderaja dan SIG memiliki keahlian dan pengalaman yang akan menghasilkan suatu analisis dan kesimpulan yang berkualitas tinggi (Fuad, 2013). Dengan teknologi inderaja faktor-faktor lingkungan laut yang mempengaruhi distribusi, migrasi dan kelimpahan ikan dapat diperoleh secara berkala, cepat dan dengan cakupan area yang luas. Faktor lingkungan tersebut antara lain suhu permukaan (SST), tingkat konsentrasi klorofil-a, perbedaan tinggi permukaan laut, arah dan kecepatan arus dan tingkat prosuktivitas primer.ikan dengan mobilitas yang tinggi akan lebih muda dilacak disuatu area melalui teknologi ini karena ikan cenderung berkumpul pada kondisi lingkungan tertentu seperti adanya upwelling (Zainuddin, 2006). transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang di gerakan oleh manusia atau mesin. transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, yang sebagian besar para penduduk khususnya di indonesia. transportasi di indonesia sangatlah besar pengaruhnya yang dimana transportasi adalah kendaraan yang digunakan oleh penduduk indonesia.

teknologi informasi di bidang transportasi di indonesia, sangatlah berperan penting pada peradaban dunia khususnya di indonesia yang dimana transportasi digunakan untuk membantu manusia, transportasi terbagi menjadi 3 jenis yaitu darat, laut, dan udara. Di indonesia transportasi udara dalam perkembangannya diawali pada era masa jabatan bapak teknologi yaitu bapak Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng yang menjabat sebagai presiden 3 pada saat itu, pak habibie pertama kali meluncurkan pesawat yang dirancang oleh IPTN sekarang (PT dirgantara indonesia,PT DI , indonesian Aerospace) yaitu pesawat N-250. untuk aplikasnya yaitu E-Ticketing, atau penjualan tiket online, merupakan salah satu cara bagi orang untuk membeli tiket untuk acara lokal. Semua informasi mengenai electronic ticketing disimpan secaradigital dalam sistem komputer milik perusahaan penerbangan. pada transportasi darat juga mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan adanya teknologi informasi contohnya yaitu aplikasi TRON merupakan aplikasi pemesanan Angkutan Umum (seperti Angkot, Bajaj, Bajaj Qute, Mikrolet/ Jaklingko, Bus, Shuttle, dan lainnya) secara Online dan berbasis Ride-Sharing. Dengan aplikasi TRON, yang selama ini Angkutan Umum Beroperasi secara Point to Point kini menjadi On Demand, dimana penumpang bisa diarahkan untuk penjemputan di halte virtual yang berada terdekat dengan posisinya. ranpada perkembangan teknologi informasi juga menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif pada perkembangan teknologi informasi di bidang transportasi. Dampak positif teknologi informasi di bidang transportasi : a. Mempermudah dan mempercepat manusia berpergian dari suatu tempat ketempat lainnya. b. b. Menjadi suatu peluang usaha sehingga dapat memperkecil tingkat pengangguran. c. Mempermudah suatu Negara untuk bekerja sama dengan Negara lainnya dalam bidang ekpor impor. d. Akan Lebih Cepat Mendapatkan Informasi- Informasi Yang Akurat Dan Terbaru Di Bumi Bagian Manapun Melalui Internet. e. Perjalanan Menjadi Lebih Efisien Dengan Menggunakan Kendaraan Modern Dampak negatif teknoologi informadi di bidang transportasi : a. merusak alam. b. Meningkatkan terjadinya kecelakaan. c. Menyebabkan terjadinya kemacetan. c. Dapat Merusak Kesehatan akibat polusi udara.(TI 19 PALU) Manfaat Transportasi Udara • Dengan Sistem komputer yang ada di ruang pilot digunakan untuk mengendalikan pesawat sepeti menentukan arah. Jangan dikira pesawat tidak memilki jalur dan bebas. Transportasi Darat • Dalam pengaturan lalu lintas kereta yang menggunakan sistem komputer untuk menentukan jalur / Rel yang harus dilalui. Agar tidak mengalami bentrok. • Pengaturan Traffic Light / lampu stopan yang menggunakan sistem komputer untuk membantu mengatur lalu lintas di jalan raya. Transportasi Laut • Pada Kapal yang dikendalikan oleh mesin yang mana mesin tersebut menggunakan sistem komputer. • Pada Sistem Navigasi yang digunakan di dalam kapal untuk membantu mengarahkan jalannya kapal saat di tengah lautan. Berbagai jenis teknologi telah digunakan untuk membantu menciptakan sistem transportasi cerdas ini, antara lain : • Bluetooth detection. • sensing technology • komunikasi nirkabel • video vehicle detection • teknologi komputasi • inductive loop detection • floating car data/floating cellular data 

 

ASAL USUL LOGISTIK Kata logistik berasal dari bahasa Yunani logos (λόγος) yang berarti "rasio, kata, kalkulasi, alasan, pembicaraan, orasi".Kata logistik memiliki asal kata dari Bahasa Perancisloger yaitu untuk menginapkan atau menyediakan.Kegunaan asalnya untuk menjelaskan ilmu dari pergerakan, suplai & perawatan dari pasukan militer di lapangan.Nantinya digunakan untuk mendeskripsikan manajemen arus barang di sebuah organisasi, dari barang mentah menjadi barang jadi. Logistik adalah konsep yang dianggap berevolusi dari kebutuhan pihak militer untuk memenuhi persediaan mereka ketika mereka beranjak ke medan perang dari markas. Pada kekaisaran Yunani, Romawi dan Bizantium kuno, ada perwira militer dengan gelar 'Logistikas', yang bertanggung jawab atas distribusi dan pendanaan persediaan perang. Oxford English Dictionary mendeskripsikan logistik sebagai "the branch of military science relating to procuring, maintaining and transporting materiel, personnel and facilities."Definisi lainya adalah "the time-related positioning of resources."Maka dari itu, logistik biasanya dilihat sebagai cabang umum dari ilmu teknik yang membuat "sistem manusia" bukan "sistem mesin". 

 

SEJARAH LOGISTIK

Selama perang Troya Yunani mengirimkan 1200 kapal ke Troya.Untuk perang ini, bangsa Yunani tidak mampu membawa cukup makanan dan uang.Maka dari itu, mereka harus menanam makanan di Troya dan terus menerus melakukan penyerbuan kecil untuk mecari suplai.Karena masalah logistik ini, mereka tidak bisa melancarkan serangan yang menentukan dan signifikan untuk mengakhiri perlawanan bangsa Troya.Perang ini berlangsung selama sepuluh tahun.Sejarawan Yunani Thucydides (460-400 SM) menjelaskan isu ini dan menekankan pentingnya keberadaan atau ketiadaan logistik dalam peperangan. Akan tetapi ada juga bukti-bukti yang menyatakan bahwa bangsa Yunani kala itu telah mengerti pentingnya logistik.Di antara kalimat-kalimat dalam epik karangan Homer ialah mengenai perisai baru milik Achilles. Pada pahatanya dijelaskan tentang kota Troya yang di kepuung, tetapi bukanya menyerang kamp-kamp milik bangsa Yunani, para pasukan Troya malah menyerang domba-domba milik bangsa Yunani, dan ini melambatkan laju pasukan Yunani. Bukan hanya orang Troya, pasukan Yunani juga dengan segala daya upaya berusaha menyelamatkan domba mereka mengingat betapa pentingya pasokan pangan bagi kelanjutan pengepungan mereka atas kota Troya. Salah satu kampanye perang pertama di masa kuno ialah Perang Persia.Raja Persia Xerxes I pergi bertempur pada tahun 480 SM dengan membawa sekitar 100.000 pasukan bersamanya menuju beberapa kota-kota di Yunani. Karena pasukan Persia yang begitu banyak, pasokan logistik hanya bisa dilakukan melalui laut karena melalui jalan darat terlalu susah pada masa itu. Maka dari itu, pasukan Xerxes maju bertempur dengan dikawal oleh armada kapal perang dan kapal barang. Setelah kalah di pertempuran Salamis sang raja harus mundur karena dia mengkhawatirkan akan hilangnya koneksi antara rantai suplai dengan pasukanya di depan. 

 

LOGISTIK MILITER Dalam ilmu militer, menjaga agar jalur suplai sambil mengganggu jalur musuh amatlah krusial � Napoleon bahkan mengatakan logistik adalah faktor terpenting � dalam strategi militer, karena sebuah angkatan bersenjata tanpa sumber daya dan transportasi itu tidak berdaya. Kekalahan Inggris di Perang Kemerdekaan Amerika dan kekalahan Poros di medan Afrika Perang Dunia II semua disebabkan oleh kegagalan logistik. Pemimpin bersejarah speerti Hannibal Barca, Alexander the Great, dan Duke Wellington dianggap sebagai jenius dalam logistik. ILS (Integrated Logistics Support) adalah disiplin yang digunakan oleh tentara/militer untuk memastikan sistem pendukung yang kuat dengan layanan perbekalan (logistik) konsep pemikirannya adalah biaya terendah dan sesuai dengan kebutuhan, handal, persediaan yang mencukupi, maintainability dan lain-lain sebagai persyaratan yang ditetapkan untuk itu. Dalam logistik militer, perwira logistik mengatur bagaimana dan kapan memindahkan sumber daya ke tempat dimana mereka dibutuhkan. Manajemen rantai suplai di logistik militer biasanya bersinggungan dengan variabel-variabel tertentu untuk memprediksi biaya, penurunan kualitas, konsumsi dan permintaan masa depan. Pengelompokan kategori AD AS yaitu klasifikasi suplai dikembangkan sedemikian rupa sehingga suplai dengan kategori konsumsi yang mirip dikelompokan menjadi grup-grup tersendiri untuk kegunaan perencanaan lebih lanjut. Contohnya, konsumsi pada masa damai untuk amunisi dan bahan bakar akan lebih sedikit dibandingkan pada masa peperangan, dimana suplai lainya seperti makanan dan baju memiliki rasio konsumsi yang konstan tanpa menghiraukan perang maupun damai. Pasukan akan selalu membutuhkan seragam dan makanan, lebih banyak pasukan berarti kebutuhan makanan dan seragam akan lebih banyak. 

 

MANAJEMEN LOGISTIK Manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan. Sistem Informasi Manajemen Menurut Davis (1984:3): Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang terintegrasi antara manusia dan mesin yang mampu memberikan informasi sedemikian rupa untuk menunjang jalannya operasi, jalannya manajemen dan fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi.Sistem tersebut menggunakan perangkat keras dan lunak (software dan hardware), prosedur manual, model-model untuk analisa, perencanaan dan pengambilan keputusan juga database. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen Logistik adalah sistem informasi yang terpadu antara manusia dan komputer dan berfungsi dalam pengelolaan persediaan dalam tujuan menyediakan informasi untuk analisa, perencanaan, operasional, dan pengendalian, dalam mendukung pengambilan keputusan manajemen dalam sebuah organisasi. Manajemen Logistik Terpadu merupakan suatu kegiatan manajemen logistik yang meliputi 2 bidang yang berkaitan, yaitu: bidang organisasi logistik dan bidang koordinasi logistik. 1. Bidang Operasi Logistik, merupakan kegiatan-kegiatan yang bersifat fisik. Manajemen distribusi fisik menyangkut masalah pengangkutan produk kepada langganan.Dalam distribusi fisik, langganan dipandang sebagai pemberhentian terakhir dalam saluran pemasaran.Manajemen material adalah menyangkut perolehan (procurement) dan pengangkutan material, suku cadang dan atau persediaan barang jadidari tempat pembelian ke tempat pembuatan/perakitan gudang atau toko pengecer. Proses transfer internal adalah mengenai pengawasan terhadap komponen-komponen setengah jadi pada waktu ia mengalir diantara tahap-tahap manufacturing dan pengangkutan awaldari produk jadi ke gudang atau ke saluran pengecer. 2. Bidang Koordinasi Logistik, yang menyangkut pada kegiatan-kegiatan komunikasi dan perencanaan. Bidang ini meliputi identifikasi kebutuhan pergerakan dan penetapan rencana untuk memadukan seluruh operasi logistik, antara lain: a. Peramalan (forecasting) b. Pengolahan pesanan (order processing) c. Perencanaan operasi d. Perencanaan kebutuhan material (procurement) .

 

HUBUNGAN FUNGSI-FUNGSI SISTEM INFORMASI DALAM LOGISTIK Sistem informasi manajemen merupakan sistem operasional yang melaksanakan berbagai ragam fungsi untuk menghasilkan output yang berguna bagi pelaksana operasi dan manajemen organisasi yang bersangkutan. Output dari sistem informasi adalah: 1. Dokumen transaksi, seperti faktur penjualan, bukti pembayaran gaji, rekening langganan dan pesanan pembelian. 2. Laporan yang direncanakan sebelumnya, isi dan bentuknya telah direncanakan terlebih dahulu, seeperti laporan penjualan, persediaan, dan arus dana. 3. Laporan dan jawaban atas pertanyaan yang sifatnya sementara, terjadi pada waktu yang tidak teratur dan memerlukan data atau analisis yang tidak direncanakan lebih dahulu. 4. Dialog manusia/mesin, merupakan suatu cara dimana seorang pemakai dapat berinteraksi dengan suatu model untuk memperoleh suatu pemecahanyang memuaskan. Model yang dimaksud seperti model perencanaan pabrik, model analisis penanaman modal, dsb. Tujuan daripada sistem informasi adalah di desain untuk menyediakan informasi bagi tiap unit fungsional. Struktur sistem informasi berdasarkan kegiatan manajemen adalah: 1. Pengendalian operasional, suatu proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. 2. Pengendalian manajemen, diperlukan oleh berbagai manajer bagian, pusat laba, dan untuk mengukur prestasi, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional dan mengalokasikan sumber daya. 3. Perencanaan strategik, mengembangkan strategi sebagai sarana organisasi untuk mencapai tujuan. Fungsi Logistik meliputi kegiatan seperti pembelian, penerimaan, persediaan, dan distribusi. Maka struktur informasinya meliputi: 1. Transaksi yang harus diolah mencakup permintaan pembelian, pesanan pembelian, pesanan produksi, laporan penerimaan, tanda sediaan, permintaan pengangkutan, dan dokumen pengangkutan. 2. Pengendalian operasional, menggunakan informasi yang ada dalam daftar dan laporan seperti pembelian yang terdahulu, delivery terdahulu, barang tidak ada dalam persediaan, barang yang berlebihan, laporan perputaran persediaan, ikhtisar prestasi penjualan, dan analisa prestasi pengangkutan. 3. Informasi Pengandalian Informasi untuk logistik terdiri dari perbandingan antara tingkatan persediaan yang direncanakan dengan aktual, harga pembelian barang, perputaran dan sebagainya. 4. Perencanaan strategik melibatkan analisis distribusi baru, kebijaksanaan baru berkaitan dengan penjualan, dan strategi make or buy. Informasi mengenai teknologi baru, alternatif distribusi, dan sebagainya, menjadi diperlukan.

Review Startup Konvensional & Digital

  Tugas KWU Review Startup Konvensional & Digital     Startup Konvensional : Warkop DKI (Warung Kopi Dekat Karang Indah) War...